Selasa, 29 September 2015

Seumur hidup di Studio

Baru-baru ini, aku dan semua teman sekelasku baru saja menonton trailer sebuah film yang menurutku cukup bagus, yaitu The Truman Show.


Rating Film : 3.5/5

Jadi di kelasku, sekarang tiap minggu ada kegiatan yang isinya wajib menceritakan dan memutar trailer film favorit masing-masing. Nah, kebetulan minggu itu yang kebagian untuk menceritakan filmnya adalah Kak Rizky, salah satu guru di kelasku.

Maka, setelah Istirahat 1 usai (jam 10.20) kelas pun dirubah menjadi "bioskop" kecil untuk menayangkan film yang Kak Rizky sukai dan hikmah yang dapat diambil dari film itu. Dan Kak Rizky saat itu mengulas sebuah film yang berjudul The Truman Show.

The Truman Show (1998) merupakan film Drama dan Komedi yang berasal dari Amerika Serikat. Film ini menceritakan tentang kisah hidup Truman Burbank (Jim Carrey) yang seumur hidupnya tinggal di sebuah Studio besar yang terletak di belakang tulisan "Hollywood" yang terkenal.

Tampaknya alur film ini biasa saja ya? yup... Hal itu juga yang awalnya terlintas di benakku ketika Kak Rizky menceritakan plot film ini. Namun rupanya, Kak Rizky belum selesai berbicara...

"Ya, Truman ini tinggal di Studio seumur hidupnya, namun ia tidak menyadarinya".

Maksudnya?

"Jadi sejak ia lahir, ia sudah diadopsi oleh sebuah perusahaan film yang terletak di Hollywood. Perusahaan film itu rupanya ingin membuat sebuah Reality Show yang bertemakan tentang kehidupan Truman. Namun rupanya, Reality Show itu nonstop 7 hari 24 jam alias tidak pernah ada jedanya! Jadi, selama kurun waktu bertahun-tahun semenjak ia diadopsi, acaranya yang berjudul The Truman Show terus menerus ditanyangkan di televisi. Sementara itu, Truman tetap hidup layaknya orang normal di dalam studio ,namun ia tidak menyadari bahwa seluruh hidupnya hanya Rekayasa saja."

Oooh! Jadi begitu! Rupanya film ini bercerita tentang kisah hidup Truman Burbank yang selama ini ia tidak sadari bahwa... semuanya hanya rekayasa semata saja!

Bayangkan, Istri, Ibunya sampai bahkan sahabatnya itu semua adalah aktor! Dan tentu saja jelas : selama ini mereka hanya berpura-pura saja agar Truman tidak curiga!

Setelah itu, Kak Rizky pun lanjut bercerita tentang film ini."Suatu hari, Truman ingin sekali menjelajah dunia luar, karena selama ini ya dia hidup di kota kecil tempat tinggalnya sejak dulu. Namun rupanya, niatnya tidak pernah berhasil karena bila ia keluar dari studio, maka tentu saja perusahaan film tempat pembuatan Reality Shownya itu akan bangkrut!" jelas Kak Rizky.

Hmm, menarik. Rupanya Truman sudah diatur agar jangan keluar dari "dunianya".

"Suatu hari, Truman akhirnya berhasil mengarungi lautan di depan kotanya. Ia menaiki perahu untuk sampai ke ujung studio. Dan setelah ia tahu bahwa seluruh hidupnya hanya rekayasa belaka, maka ia pun sedih sekaligus kaget luar biasa. Rupanya, selama ini hidupnya yang sempurna dan baik-baik saja itu hanya tipuan semara saja..." 

Wew.

"Lalu, setelah itu sang sutradara Reality Shownya mengajaknya bicara. Ia memberikan pilihan kepadanya : keluar dari studio atau tetap di studio?"

"Rupanya, ia memilih untuk keluar dari studio itu. Ia merasa bahwa selama ini hidupnya hanya rekayasa saja. Dan setelah itu, ia pun keluar dari studio dan... Tamat!". Hah? rupanya film itu berakhir sampai di situ. Yah! Padahal sejak tadi aku penasaran bagaimana endingnya. Namun rupanya, ending film terkesan "biasa saja".

Film ini cukup mengkritik cara orang-orang yang selama ini hidup di dunia hiburan. Di Film ini, mereka digambarkan sangat serius, santai dan bersahabat. Padahal kenyataanya, banyak yang hanya berpura-pura saja saat sedang tampil di Layar kaca!

Aku salut kepada Kak Rizky, karena film pilihanya kali ini cukup bagus dan menghibur. Semoga kedepanya teman-teman juga dapat memberikan film-film yang bagus dan memiliki pesan moral yang membekas di ingatan.