Jumat, 15 Januari 2016

Kamar Rahasia

Beberapa minggu ini aku sedang membaca buku "Harry Potter dan Kamar Rahasia". Buku ini dikarang oleh salah satu penulis tersukses dari Skotlandia, Bu J.K Rowling. Harry Potter memang menjadi salah satu karyanya yang paling terkenal. Banyak orang di dunia yang menyukai kisah dari penyihir cilik ini, termasuk pun aku.

Sampul  Bukunya


Jadi, buku ini bercerita tentang kisah Harry Potter, seorang bocah cilik asal Inggris yang bersekolah di sekolah penyihir Hogwarts. Selama ini ia dibesarkan oleh paman dan bibinya yang kejam, serta sepupunya yang gendut bernama Dudley. Orangtua aslinya sendiri tewas di tangan penyihir yang namanya tak boleh disebut : Voldemort.

Meskipun hidup tersiksa, ia akhirnya mengetahui bahwa sebenarnya Harry Potter merupakan penyihir dan terkenal karena dapat melawan Voldemort saat masih bayi.

Setelah itu ia pun bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Di sekolah ini ia akhirnya memiliki sahabat, teman bahkan hingga musuh. Dan di tahun keduanya bersekolah, ia dicurigai menjadi dalang pembunuhan sejumlah siswa yang ditemukan menjadi batu di seluruh koridor sekolah. Akhirnya ia jadi dimusuhi teman-temanya.

Karena merasa marah dan penasaran, maka ia pun menyelidiki siapa dalang pembunuhan yang sebenarnya. Kedua sahabatnya, Ron Weasley dan Hermione Granger juga ikut membantunya saat memecahkan kasus ini. Sayangnya, mereka belum menemukan jawaban. Mereka mencurigai Draco Malfoy, musuh Harry yang diduga dalang dibalik semua ini. Namun ketika diselidiki Malfoy bukan pelakunya.

Setelah membaca sampai bab-bab yang terakhir, aku pun terkejut! Rupanya dalang pembunuhan para murid Hogwarts adalah.... lanjutanya baca sendiri deh! Karena kalau aku tulis disini, pasti kalian juga ikut terkejut (Apalagi bagi yang sudah baca atau nonton filmnya! He he he.)

***
Anyway, kalau menurutku bukunya lebih seru dan menarik daripada filmnya. Kenapa? karena di film banyak adengan penting yang dihilangkan sang produser sehingga kesan menegangkan jadi kurang seru. Meskipun begitu, aku menyukai buku ini karena selain ceritanya yang seru, buku ini juga memberikan gambaran tentang dunia imajinasi penyihir, serta karakter-karakter yang ada turut memberikan warna tersendiri bagi buku ini. 

Plus, penulis juga sangat pintar membuat sebuah adegan menjadi lebih seru dan menegangkan. Apalagi saat Harry dan Malfoy sedang saling mencibir, wah itu sih kalau menurutku salah satu kelebihan Ibu J.K Rowling bia menulis kisah Harry.

Good Job, Ms.Rowling!

Rating Buku : 4/5
Chapter terbaik : Halaman-halaman terakhir, ketika kasus berhasil terpecahkan.

Senin, 04 Januari 2016

Salah pilih penjajah

Kalau sedang belajar tentang Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia, seringkali ada satu hal yang selalu menganjal dan menghantuiku.

Kenapa kita dijajah Belanda? kenapa tidak Inggris yang menjajah kita?

Yup, itulah hal yang (pasti) aku pikirkan bila sedang belajar tentang Kolonialisme di kelas ataupun di rumah. Dan sekedar catatan, sekarang masih banyak orang yang merasa bahwa negara bekas jajahan Inggris pasti makmur dan kaya. Jadi bisa dibilang Inggris = Kemakmuran.

Faktanya, tak semua negara bekas jajahan Inggris itu makmur dan kaya dalam hal ekonomi. Memang, rata-rata negara bekas jajahan Inggris bagus dalam hal ekonomi. Tapi kalau dilihat.....ah gak semua kok!

Peta Jajahan Inggris
Inggris (atau nama lainya Britania Raya) merupakan salah satu negara yang jajahanya paling banyak di muka bumi. Jajahan Inggris meliputi (dari barat ke timur) Kanada, Guyana, Mesir, India bahkan hingga ke kutub selatan. Karena saking banyaknya negara yang diperintah, bahkan sampai ada ungkapan bahwa "matahari tidak pernah tenggelam" di daerah jajahan Inggris (karena saking luasnya.)

Kalau orang bilang jajahan Inggris itu maju semua (dalam hal Ekonomi), itu salah besar!

Ya itu karena tak semua negara bekas jajahan Inggris itu maju. Memang kalau dilihat kebanyakan merupakan negara maju seperti Australia, Selandia Baru atau Singapura. Tapi faktanya, Myanmar dan Nigeria (yang juga merupakan koloni Inggris) malah masuk ke dalam "negara-negara yang masih tertinggal". Nah lo!

Memang, dalam urusan menjajah seperti ini Inggris lah jagonya. Tapi kenapa sih banyak negara yang sebelumnya ada di bawah kendali pemerintah Inggris sekarang lebih mau secara Ekonomi?

Jawabanya, karena kebanyakan negara-negara diatas itu maju karena mereka sudah mewarisi sistem ekonomi yang dianut Kerajaan Inggris sebelumnya. Nah, karena sudah mewarisi sistem pemerintahan yang cukup baik dari penjajahnya, maka setelah merdeka mereka dengan mudahnya dapat melanjutkan dan mewarisi kembali sistem tersebut. Tentu saja hal ini berdampak positif. Tapi sayangnya, tidak semua negara jajahan Inggris menjalankan sistem ini dengan baik dan benar.

Mau bukti? lihat saja kondisinya seperti Sudan, Nigeria, Kenya, Myanmar dan negara lain yang sebelumnya merupakan koloni Inggris. Kalau dilihat, negara-negara tersebut sebenarnya juga diwarisi sistem ekonomi kolonial, tapi  bedanya mereka tidak menjaga sistem yang sudah diberikan tersebut. Mungkin karena orang-orang yang berkuasa selanjutnya memiliki mental korup sehingga Ekonomi negaranya menjadi lebih tertinggal.

Nah, akhirnya hal yang selama ini menganjalku terjawab sudah. Intinya, tidak semua negara bekas koloni Inggris itu lebih maju dan makmur. Dan negara kita, Indonesia sebenarnya juga pernah lho dijajah Inggris (1811-1816). Tapi hanya sebentar, sebelum akhirnya dikembalikan lagi ke Kumpeni Belanda.